Dunia Pendidikan Kita untuk Masa Depan Indonesia
Lingkungan Kampus adalah tempat berkumpulnya para akademisi yang
mengedepankan Intelektualitas dan integritas. Meskipun setelah lulus
tidak ada jaminan langsung dapat kerja atau materi yang melimpah, Namun
kita hidup di dunia bkn hanya untuk konsumerisme belaka. Ada yang jauh
lebih penting lagi, yaitu pertanggung jawaban kita terhadap ilmu yang
dimiliki kepada diri sendiri, Tuhan, dan juga masyarakat (aplikasinya d
lapangan). Meskipun ada yang berujar UANG adalah segala-galanya di dunia ini. tapi ku pikir KEBAHAGIAAN
lah yg paling penting (dunia dan akhirat). Buktinya adalah uang 25 M
milik gayus tidak dapat ia nikmati semuanya. Rumah mewah pun d tinggal
kosong melompong persis kuburan. Tapi liatlah perjuangan suster apung
dan guru2 yg mengajar d Suku anak dalam, meskipun tampil apa adanya,
senyum mereka merekah indah tanpa lelah untuk suatu tujuan yang mulia.
Bukankah lebih indah bila kesuksesan yg kita raih penuh dengan
kebanggaan??? bangga akan usaha keras yang telah kita lakukan dan paham
apa yang kita kerjakan secara substansi, tanpa plagiat atau terima jadi “sing penting lulus”. Dunia pendidikan harusnya mengajarkan itu semua.
Janganlah mahasiswa ataupun siswa hanya d cekoki materi berjubel-jubel
tanpa mereka sendiri paham dan tahu untuk apa materi ini sbnrny??.
Rata-rata dari mereka hanya tahu, bagaimana caranya materi ini d hapal
mentah-mentah lalu pas ujian hrs lulus atau naik kelas. Dunia pendidikan
sepertinya lupa, bahwa siswa/i ataupun mahasiwa/i sekalipun adalah
manusia biasa. Mereka tetap masih perlu bimbingan lebih lanjut dari guru
atapun sang dosen sebagai bentuk pertanggung jawaban mereka sebagai
PENDIDIK. Jadi tidak cuma IQ yangg di asah, tapi jg ESQ. Karena IQ tanpa
ESQ, bagaikan robot yang hanya pintar mengerjakan soal Matematika tanpa
tahu bagaimana mengaplikasikannya ke dalam dunia nyata.