Minggu, 13 Mei 2012

Dunia Pendidikan Kita untuk Masa Depan Indonesia 

Lingkungan Kampus adalah tempat berkumpulnya para akademisi yang mengedepankan Intelektualitas dan integritas. Meskipun setelah lulus tidak ada jaminan langsung dapat kerja atau materi yang melimpah, Namun kita hidup di dunia bkn hanya untuk konsumerisme belaka. Ada yang jauh lebih penting lagi, yaitu pertanggung jawaban kita terhadap ilmu yang dimiliki kepada diri sendiri, Tuhan, dan juga masyarakat (aplikasinya d lapangan). Meskipun ada yang berujar UANG adalah segala-galanya di dunia ini. tapi ku pikir KEBAHAGIAAN lah yg paling penting (dunia dan akhirat). Buktinya adalah uang 25 M milik gayus tidak dapat ia nikmati semuanya. Rumah mewah pun d tinggal kosong melompong persis kuburan. Tapi liatlah perjuangan suster apung dan guru2 yg mengajar d Suku anak dalam, meskipun tampil apa adanya, senyum mereka merekah indah tanpa lelah untuk suatu tujuan yang mulia.
Bukankah lebih indah bila kesuksesan yg kita raih penuh dengan kebanggaan??? bangga akan usaha keras yang telah kita lakukan dan paham apa yang kita kerjakan secara substansi, tanpa plagiat atau terima jadi “sing penting lulus”. Dunia pendidikan harusnya mengajarkan itu semua.
Janganlah mahasiswa ataupun siswa hanya d cekoki materi berjubel-jubel tanpa mereka sendiri paham dan tahu untuk apa materi ini sbnrny??. Rata-rata dari mereka hanya tahu, bagaimana caranya materi ini d hapal mentah-mentah lalu pas ujian hrs lulus atau naik kelas. Dunia pendidikan sepertinya lupa, bahwa siswa/i ataupun mahasiwa/i sekalipun adalah manusia biasa. Mereka tetap masih perlu bimbingan lebih lanjut dari guru atapun sang dosen sebagai bentuk pertanggung jawaban mereka sebagai PENDIDIK. Jadi tidak cuma IQ yangg di asah, tapi jg ESQ. Karena IQ tanpa ESQ, bagaikan robot yang hanya pintar mengerjakan soal Matematika tanpa tahu bagaimana mengaplikasikannya ke dalam dunia nyata.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar